MAKALAH BIOTEKNOLOGI PLASTIK

BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Begitu banyak peran bioteknologi bagi kehidupan kita yang sangat membantu dan bermanfaat. Namun Bioteknologi juga mempunyai dampak negatif bagi kehidupan manusia yaitu di bidang: Lingkungan, kesehatan, social dan ekonomi serta yang paling menghawatirkan adalah masalah etika.

 BACA JUGA : MAKALAH BIOTEKNOLOGI IMPLIKASI

Salah satu beban pencemaran yang menjadi masalah besar terhadap keseimbangan lingkungan adalah limbah yang disebabkan oleh minyak,  limbah lain yang merupakan turunan dari minyak bumi serta limbah senyawa organik lainnya. limbah dari senyawa organik lainnya seperti sampah plastik dan limbah senyawa organik. Plastik dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang makin meningkat. Dewasa ini plastik benar-benar mempengaruhi hidup kita. Setiap hari hidup kita tak dapat terlepas dari plastik.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya
Berjenis-jenis plastik beredar di pasaran, masing-masing jenis plastik memiliki sifat khusus. Bagaimanapun, kita harus menggunakan plastik itu sesuai fungsinya. Makin banyak nya jenis plastik yang sulit untuk dibiodegredasi akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan didalam tanah maupun diatas tanah sehingga hal ini menjadi masalah kita bersama begitupun pula penanggulangan limbah cair pada senyawa organik.
B.       Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas, terdapat beberapa tujuan dalam pembuatan makalah tersebut ialah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan plastik, bagaimana proses pengolahannya, serta bagaimana dampak yang ditimbulkan dari limbah plastik dan cara penanganannya, pengolahan serta pemanfaatannya di lingkuangan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      BIOTEKNOLOGI
1.      Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia. Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.
Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.
2.      Ciri – Ciri Utama Bioteknologi
a.       Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
b.      Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
c.       Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian
3.      Perkembangan Bioteknologi
a.      Era bioteknologi generasi pertama =>> bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan. Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.
b.       Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril. Contoh:
produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
c.       pengolahan air limbah
d.      pembuatan kompos
e.       Era bioteknologi generasi ketiga.Proses dalam kondisi steril. Contoh:produksi antibiotik dan hormon.
f.       Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru. Contoh: produksi insulin, interferon, antibodi monoclonal
B.       Biodegradasi
Biodegradasi atau degradasi biotik adalah degradasi kimia bahan (polimer misalnya) disebabkan oleh tindakan yang terjadi secara alami mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan ganggang (degradasi kimia yang tidak melibatkan aktivitas biologis didefinisikan sebagai degradasi abiotik) (Stevens 2002). Sebagai hasil biodegradasi menghasilkan karbon dioksida dan / atau metana dan air. Jika oksigen saat ini biotik degradasi yang terjadi adalah degradasi aerobik dan karbon dioksida dihasilkan. Jika tidak ada oksigen tidak tersedia, degradasi biotik adalah degradasi anaerobik, dan metana diproduksi bukan karbon dioksida. Dalam beberapa kondisi kedua gas yang dihasilkan. Mineralisasi didefinisikan sebagai konversi biodegradable bahan atau biomassa untuk gas (seperti karbon dioksida,metana, dan nitrogen senyawa), air, garam dan mineral, dan biomassa sisa. Mineralisasi selesai ketika semua bahan biodegradable atau biomassa dikonsumsi dan semua karbon di dalamnya diubah menjadi karbon dioksida. mineralisasi Lengkapi mewakili rendering dari semua unsur kimia menjadi siklus biogeokimia alami
Biasanya, ada dua langkah yang terlibat dalam biodegradasi polimer :
a.    Teknik (penggilingan), kimia (iradiasi dengan ultraviolet sinar; mis fotodegradasi), atau degradasi termal. Selama tahap ini, mikroskopis jamur dan bakteri, atau agen biologi lainnya (cacing tanah, serangga, akar tanaman, bahkan tikus), bisa juga fragmen produk (biofragmentation). Tahap pertama sangat berguna, karena dapat menyebabkan peningkatan permukaan materi terkena microbodies terjadi di tahap kedua.
b.    Tahap kedua berhubungan dengan biodegradasi Sensu Stricto. Microbodies menyerang dan mencerna produk, yang diubah oleh-produk yang adalah berasimilasi oleh microbodies, hasil akhir menjadi CO2 atau CH4, air dan produksi biomassa. Ini tahap kedua sering diabaikan akan mencuat dalam pertama.

C.      Plastik dan Styrofoam
Plastik adalah bahan yang paling banyak digunakan pada jaman modern ini. Plastik sifatnya praktis, bersih, dan dapat dibentuk menjadi berbagai barang yang amat berguna dan memudahkan keseharian kita. Walaupun begitu plastik adalah limbah yang disebut-sebut tak dapat terurai, tak ramah lingkungan, dan merupakan limbah paling berbahaya dan merepotkan yang menjadi masalah utama penanganan limbah dunia. Meskipun bisa terurai, plastik membutuhkan waktu hingga ribuan tahun untuk dapat terurai. Inilah yang menyebabkan masyarakat dari kalangan awam hingga para ilmuwan menganggap plastik sebagai limbah yang tak dapat terurai.
Plastik terdiri atas berbagai senyawa yang terdiri polietilen, polistiren, dan polivinil klorida. Bahan-bahan tersebut bersifat inert dan rekalsitran. Senyawa lain penyusun plastik yang disebut plasticizers terdiri: (a) ester asam lemak (oleat, risinoleat, adipat, azelat, dan sebakat serta turunan minyak tumbuhan, (b) ester asam phthalat, maleat, dan fosforat. Bahan tambahan untuk pembuatan plastik seperti Phthalic Acid Esters (PAEs) dan Polychlorinated Biphenyls (PCBs) sudah diketahui sebagai karsinogen yang berbahaya bagi lingkungan walaupun dalam kon-sentrasi rendah. Untuk dapat me-rombak plastik, mikroba harus dapat mengkontaminasi lapisan plastik melalui muatan elektrostatik dan mikroba harus mampu mengguna-kan komponen di dalam atau pada lapisan plastik sebagai nutrien. Plasticizers yang membuat plastik bersifat fleksibel seperti adipat, oleat, risinoleat, sebakat, dan turunan asam lemak lain cenderung mudah digunakan, tetapi turunan asam phthalat dan fosforat sulit digunakan untuk nutrisi. Hilangnya plasticizers menyebabkan lapisan plastik menjadi rapuh, daya rentang meningkat dan daya ulur berkurang.
Plastik merupakan hidrokar-bon yang hampir keseluruhan rantainya tersusun atas atom hidrogen dan karbon. Polimer ini di-disain untuk menghambat keluar masuknya oksigen, sehingga produk ataupun makanan yang tersimpan di dalamnya terawetkan dari proses biodegradasi alami atau pembusuk-kan. Untuk itulah plastik dibuat sedemikian agar tidak mampu di-tembus sehingga dibutuhkan ratusan tahun untuk mikroba mampu menguraikannya menjadi biogas dan biomassa .

D.      Mikroba Perombak Plastik
Plastik banyak kegunaannya tetapi polimer sintetik plastik sangat sulit dirombak secara alamiah. Akhir - akhir ini sudah mulai diproduksi plastik yang mudah terurai. Plastik terdiri atas berbagai senyawa yang terdiri polietilen, polistiren, dan polivinil klorida. Bahan - bahan tersebut bersifat inert dan rekalsitran. Senyawa lain penyusun plastik yang disebut plasticizers terdiri: (a) ester asam lemak (oleat, risinoleat, adipat, azelat, dan sebakat serta turunan minyak tumbuhan, (b) ester asam phthalat, maleat, dan fosforat. Bahan tambahan untuk pembuatan plastik seperti Phthalic Acid Esters (PAEs) dan Polychlorinated Biphenyls (PCBs) sudah diketahui sebagai karsinogen yang berbahaya bagi lingkungan walaupun dalam kon-sentrasi rendah.
Dari alam telah ditemukan mikroba yang dapat merombak plastik, yaitu terdiri bakteri, aktinomycetes, jamur dan khamir yang umumnya dapat menggunakan plasticizers sebagai sumber C, tetapi hanya sedikit mikroba yang telah ditemukan mampu merombak polimer plastiknya yaitu jamur Aspergillus fischeri dan Paecilomyces sp.    Sedangkan mikroba yang mampu merombak dan menggunakan sumber C dari plasticizers yaitu jamur Aspergillus niger, A. Versicolor, Cladosporium sp.,Fusarium sp., Penicillium sp.,Trichoderma sp., Verticillium sp., dan khamir Zygosaccharomyces drosophilae, Saccharomyces cerevisiae, serta bakteri Pseudo-monas aeruginosa, Brevibacterium sp. dan aktinomisetes Streptomyces rubrireticuli.
Untuk dapat merombak plastik, mikroba harus dapat mengkontaminasi lapisan plastik melalui muatan elektrostatik dan mikroba harus mampu menggunakan komponen di dalam atau pada lapisan plastik sebagai nutrien. Plasticizers yang membuat plastik bersifat fleksibel seperti adipat, oleat, risinoleat, sebakat, dan turunan asam lemak lain cenderung mudah digunakan, tetapi turunan asam phthalat dan fosforat sulit digunakan untuk nutrisi. Hilangnya plasticizers menyebabkan lapisan plastik menjadi rapuh, daya rentang meningkat dan daya ulur berkurang.
















BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Plastik dapat terdegradasi secara aerob maupun an aerob, laju degradasi plastic ditentukan oleh kompleksitas polimer pembentuk dan zat aditif yang di tambahkan serta aktifitas mikroorganisme  (Jamur, bakteri, gangang)serta factor lingkungan   yang akan menghasilkan  karbon dioksida (aerob), Metan (an aerob) atau kedua gas dapat dihasilkan.
Ada dua proses biodegradasi , tahap pertama, Penghancuran oleh mikrokopis jamur, bakteri atau makroskopis seperti cacing tanah, serangga, akar tanaman bahkan tikus, yang meningkatkan luas bidang permukaan. Tahap Kedua adalah penyerangan oleh microbodies  dengan mengunakan enzim yang dihasilkan mikroba masuk kedalam rantai metabolism .

Bioteknologi memberikan solusi baru dalam lingkungan yang disebut dengan bioremesiasi. Bioremediasi menggunakan mikroorganisme dalam membantu mendegradasi limbah plastik dan Styrofoam. Plastik dan Styrofoam merupakan hasil produk pabrik yang paling sering digunakan, karena itu jumlah produk ini menjadi sangat banyak. Namun kelemahan dari produk ini adalah sulit dan lama waktu terurainya, dan kedua produk ini dapat mencemari lingkungan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MAKALAH BIOTEKNOLOGI PLASTIK"

Post a Comment